Sabtu, 01 Maret 2014

5 MM

sudah lama gak bercakap cakap di blogger bikin kangen juga :D

yess kisah saya selanjutnya ini petualangan paling extream yang pernah saya alami, jujur sii saya bukan tipe orang yg suka berpetualang apa lagi yang sampai menjelajah emang sii fisik ini lemah kalo disuruh begituan, hehehe :D
tapii untuk kali ini “BONEK” banget bareng temen-temen yang solid ada ichul, bboy, nela, dani dan magres. di liburan kali ini bakal menuju pulau sempu yang ada di malang selatan

asli nekat banget, udah gak prepare apapun gak tau medannya gimana, gak ada yang tau jalan hanya mengandalkan GPS yg ada di hp mas magres :D

cuuuussss…..
akhirnya nyampek tujuan dengan selamat berkat suara mbak-mbak yang ada di GPS :D
nyampek Segara Biru agak kesorean sii sekitar pukul 16.00 WIB dan pemberangkatanpun bisa dilakukan hanya untuk yang mau ngecamp disana *tiktoktiktok bagaimana nasib kita?????*
mendengar dari tutur bapak penjaga disana tidak ada penghidupan tidak ada lampu, makanan, atau apapun, hanya ada pantai saja.

naaaaaah disini mulai kebingungan, akhirnya setelah mempertimbangkan segala hal mulai dari tenda, makanan, keselamatan dan efisiensi waktu kita memutuskan untuk tidak berangkat ke pulau sempu hari itu namun besok paginya jam 7 daaaaan malam itu kita bakal tidur seadanya di mobil -_-

neeeeext…..
malam harinya setelah kita sholat isya’ kita bakal nge-games, namanya thrue and thrue atau jelasnya kita bakal jujur2an sama semua pertanyaan yang diajukan ke kita. tetooootttt ceritanya ini curhat2an gituuu….
banyak hal yang tak terduga yang terungkap pada malam itu mulai dari evaluasi diri, cinta, perasaan, daaaaaaan semuanya *bener2 jadi moment yg gak bakal bisa dilupain* ditambah dengan suasana pingir Segara dengan lampu remang-remang makanan dan minuman seadanya menambah suasana haru malam itu :D

rasa ngantukpun datang menghampiri, and than para cewek-cewekpun tidur di dalam mobil dan para cowok tidur di luar, yg bikin kaget itu tiba2 malam hari ada anjing yg jalan2 malam untung saja hanya melewati kita tanpa mengganggu atau apapun *Alhamdulillah*

pukul 05.00 WIB
bangun pagi, sholat subuh dan berkemas untuk makan dan selanjutnya mengurus perijinan dan segala macem untuk melakukan perjalanan ke pulau sempu
akhirnya semua sudah selesai dan tepat puku 07.30 kita berlayar meyeberangi segara menuju sebuah hutan yang saya lupa namanya :D
yang paling tidak terduga adalah kita harus berjalan melewati hutan tersebut selama 2 jam 30 menit, iya sih gak papa kalo jalannya mendukung lah ini sudah jalan becek abis, berlumpur, naik turun, setapak, udah deh bayangin aja ya jalanan hutan kayak gimana -_-
sempet bikin down semuanya namuun karna kita kebayang pulau sempu yang katanya bagus banget akhirnya kita saling membantu diperjalanan agar kita sama2 dapat melewati rintangan yang ada :D

kitapun berkata “Persahabatan kita diuji kawan, ayo semangaaaaat!!!!!”
selain hal itu yang menyemangati kita adalah kisah persahabatan dari film “5CM” sempet bikin sii persahabatan “5MM” buat kisah petualangan yang super extream ini hahahaha :D
dengan personil:
Zafran = Dani, pemimpin perjalanan, suka gombal, “ngakunya” si mirip vino G. bastian sama herjunot *iih tp gk banget deh*
Riani = Ichul, kalem dan dewasa yang dibikin rebutan sama Zafran dan Genta :D
Dinda = Nur, yang rempong dan manja, sudah kayak saudara sendiri kalo sama Arial
Arial = Bboy, bukan paling gede badanya tapi paling baik diantara semuanya, paling hero karena supir dari pagi berangkat sampek malem pulang hanya dia seorang :D
Genta = yang punya ide ke sempu, bijak dg dalil yg tidak bisah dibanta dan secara harfiah :D
Nela = Iani (bukan Ian), paling ribet saat perjalanan di hutan dengan badan yang *tiiiiit* hehe :D
kisah 5cm serta kata2 di film tersebut menjadi semangat buat kita selama di perjalanan dari berangkat hingga pulang dengan meletakan 5cm pulau sempu di depan kening *ceileeeee* :D
            “bang zafran jgn tengok ke belakang”
            “aku egois ya”
            “zafran dan dinda pasangan egois”
            “iani ayo iani pasti bisa”
            “heroku mana heroku”
zafran hero dari dinda, genta hero dari riani, arial hero dari iani, hehehe karena para cowok-cowok itu sudah rela membawakan sepatu dan tas kita daaan membantu selama kita para cewek-cewek kesusahan di perjalanan :D
*kata2 itu jika diingat kembali akan jadi kenangan dan senyuman tersendiri bagi kita :D

selama lika-liku perjalanan yang mengharukan, senang, lelah, lucu, dan sebagainya akhirnya kita sampai di Segara Anakan yang ada di pulau sempu yang super bagus, biru, hijau, bersih, bening yang langsung berbatasan dengan samudera *subhanallah*

and than ini oleh-oleh dari kamiiii…………………

Selasa, 28 Mei 2013

Efek media massa


INDONESIA BANGKIT BERSAMA PEMUDA

maknai poster diatas dan sadarilah efeknya terhadap presepsi, pikiran, dan tindakan kita :)

Selasa, 07 Mei 2013

Sekolah Parlemen 2013

Sabtu dan Minggu, 13-14 April 2013 @Widyaloka Universitas Brawijaya
tema Menakar Efektivitas Kinerja DPR RI “Prespektif Pelaksanaan Fungsi Representatif” yang dihadiri peserta dari 15 kampus se-Indonesia

Pemateri
wakil ketua DPR RI, Drs. H. Priyo Budi Santoso 
Indah Kurnia, anggota komisi XI DPR RI


Verdy, Icha, Tata, Aku, Dey

MASS COMMUNICATION


Bittner (1980 : 10): “Mass communication is message communicated through a mass medium to a large number of people” (Komunikasi Massa adalah pesan yang dikomunikasikan melalui media masaa pada sejumlah besar orang).
Sistem Komunikasi Massa Vs Sistem Komunikasi Interpersonal
Empat tanda pokok komunikasi massa menurut Ellizabeth-Noelle Neuman (1973 : 92):
1.       Bersifat tidak langsung (harus melewati media teknis)
2.       Bersifat satu arah (tidak ada interaksi antara peserta-peserta komunikan)
3.       Bersifat terbuka (ditujukan pada public yang tidak terbatas dan anonim)
4.       Mempunyai public yang secara geografis tersebar
Komunikasi massa mempunyai karakteristik psikologis yang khas dibandingkan dengan sistem komunikasi interpersonal. Ini tampak pada pengendalian arus informasi, umpan balik, stimulasi alat indra, dan proporsi unsure isi dengan hubungan.

Selasa, 23 April 2013

JARINGAN KOMUNIKASI



Keefektifan sebuah kelompok dapat dianalisis melalui faktor situasionalnya. Salah satu faktor situasional yang memengaruhi adalah karakteristik kelompok yang salah satunya adalah jaringan komunikasi. Jaringan komunikasi dibagi menjadi lima yaitu bentuk roda, rantai, Y, lingkaran dan bintang seperti pada gambar diatas.

Pada jaringan komunikasi roda, ada seorang pemimpin yang menjadi fokus perhatian. Ia dapat berhubungan dengan seluruh anggota kelompok, tetapi setiap anggota kelompok hanya dapat berhubungan dengan pemimpinnya. Jadi, pemimpin sebagai komunikator dan anggota kelompok sebagai komunikan yang dapat melakukan feedback pada pemimpinnya namun tidak dapat berinteraksi dengan sesama anggota kelompoknya karena yang menjadi fokus hanya pemimpin tersebut
Pada jaringan komunikasi rantai, satu anggota hanya dapat berkomunikasi dengan satu anggota lain lalu anggota lain tersebut dapat menyampaikan pesan tersebut pada anggota lainnya lagi begitu seterusnya. Sebagai contoh, si A dapat berkomunikasi dengan B, B dengan C, C dengan D, dan begitu seterusnya.
Pada jaringan komunikasi Y, tiga orang anggota dapat berhubungan dengan orang-orang disampingnya seperti pada pola rantai, tetapi ada dua orang yang hanya dapat berkomunikasi dengan seseorang disampingnya.
Pada jaringan komunikasi lingkaran, setiap orang hanya dapat berkomunikasi dengan dua orang disamping kiri dan kanannya. Dengan perkataan lain, disini tidak ada pemimpin.
Pada jaringan komunikasi bintang, jaringan ini disebut juga jaringan komunikasi semua saluran/all channel sehingga setiap anggota dapat berkomunikasi dan melakukan timbal balik dengan semua anggota kelompok yang lain.

Contoh Aplikasi Jaringan Komunikasi dalam Film Gie
ð  Film bisa didownload dan dilihat terlebih dahulu
Pertama adalah jaringan komunikasi roda, jaringan ini tampak ketika Soe berada di kelas dan gurunya sebagai komunikan atau pemimpin. Di kelas tersebut guru menjadi fokus perhatian yang setiap murid di kelas dapat bertanya jawab atau melaukan timbal balik dengan guru tersebut namun murid tidak boleh berkomunikasi dengan murid lainnya karena akan menimbulkan kegaduhan.
Kedua adalah jaring komunikasi rantai, jaringan ini dapat dilihat ketika teman Soe yaitu Han yang tergabung dalam PKI. Informasi mereka sebarkan ke anggotanya secara diam-diam. Dimana ketika mereka mempunyai informasi terkait pemerintah maupun masyarakat mereka lebih memilih dengan sistem rantai yaitu mengatakan info tersebut kepada satu anggota kemudian anggota tersebut menyalurkan ke anggota lain dan seterusnya. Bukan dengan meyebarluaskan secara serentak dan bersamaan.
Ketiga adalah jaringan komunikasi bentuk Y, jaringan kelompok ini dapat diaplikasikan pada posisi antara rakyat, orang kepercayaan presiden dan presiden maupun pemerintah. Dimana pada posisi bawah adalah posisi rakyat dan posisi tengah adalah posisi orang-orang yang dikehendaki dan dipercayai oleh pemerintah maupun presiden. Dimana rakyat tidak dapat berkomunikasi secara langsung terhadap pemerintah maupun presiden melainkan mereka harus melalui orang-orang kepercayaan dari pemerintah. Orang kepercayaan disini sebagai penjembatan antara rakyat dan pemerintah maupun presiden dimana ia dapat berkomunikasi langsung keatas maupun kebawah. Begitu juga sebaliknya pemerintah dan presiden tidak adapt berkomunikasi langsung terhadap rakyat, begitulah yang terjadi pada masa pemerintahan Soeharto kala itu.
Keempat adalah jaringan komunikasi lingkaran, jaringan kelompok ini tampak ketika Soe mendapat undangan dari presiden, dimana ketika pesta ia hanya bisa berkomunikasi dengan orang yang berada di kanan dan kirinya saja karena ia tidak mengenal siapapun orang disana dan tidak mengetahui apa maksud undangan presiden itu.
Yang terakhir adalah jaringan komunikasi bentuk bintang, jaringan ini tampak jelas ketika Soe Hok Gie memimpin rapat pemuda untuk menyusun strategi melumpuhkan pemerintahan saat itu yang kondisinya semakin menekan masyarakat. Di situ terjadi timbal balik secara langsung antara satu anggota dengan yang lainnya. 

Senin, 01 April 2013

Self Concept

Nobody Understands What It's Like To Be Me -George Herbert Mead-

Faktor Situasional yang Memengaruhi Perilaku Manusia


      1.      Faktor Ekologis
Keadaan alam memengaruhi gaya hidup dan perilaku. Banyak orang menghubungkan kemalasan bangsa Indonesia pada mata pencaharian bertani dan matahari yang selalu bersinar setiap pagi.
2.      Faktor Rancangan dan Arsitektural
Suatu tatanan ruangan terbukti memengaruhi pola-pola perilaku yang terjadi. Contoh: seseorang cenderung bersikap sopan dan menjaga perilakunya ketika berada di dalam gedung DPR atau gedung-gedung yang bagus daripada di rumah sendiri.
3.      Faktor Temporal
Pengaruh waktu terhadap bioritma manusia. Contoh: pada saat kita kuliah di pagi hari akan terasa fresh dan semangat dalam menerima pelajaran tetapi dibandingkan dengan kuliah pada malam hari maka kita merasa lelah dan letih sehingga kita sulit memahami dan memperhatikan pelajaran yang disampaikan.
4.      Suasana Perilaku (Behavior Settings)
Dimana seseorang berada akan memengaruhi manusia dalam berperilaku. Contoh: seseorang tidak akan berteriak teriak di dalam masjid tidak seperti mereka berteriak di dalam gedung.
5.      Teknologi
Revolusi teknologi lebih cepat merubah perilaku manusia saat ini. Contoh: dengan adanya HP dan Internet sekarang seseorang cenderung meniru gaya artis-artis zaman sekarang mulai dari penampilan, tingkah laku, gaya hidup, dll.
6.      Faktor-faktor Sosial
Sistem peranan yang diterapkan dalam suatu masyarakat, struktur kelompok dan organisasi, karakteristik populasi, adaolah faktor-faktor sosial yang menata perilaku manusia. Contoh: sikap seorang presiden dengan seorang buruh pasti sangat berbeda karena dilator belakangi oleh struktur kelompok dan organisasi yang berbeda.
7.      Lingkungan Psikososial
Persepsi kita tentang sejauh mana lingkungan memuaskan atau mengecewakan kita, akan memengaruhi perilaku kita dalam lingkungan itu.
8.      Stimuli yang Mendorong dan Memperteguh Perilaku
Ada situasi yang memberikan rentangan kelayakan perilaku (behavioral appopriateness), seperti situasi di taman, dan situasi yang banyak memberikan kendala pada perilaku, seperti tempat ibadat. Seseorang bebas bertingkah laku ketika mereka berda di taman atau lapangan tetapi perilaku mereka akn sedikit terbatasi ketika mereka berada pada tempat ibadat.

Sumber
Rakhmat, Jalaludin. 2012. Psikologi Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya